Label

Senin, 26 Desember 2011

Redenominasi ??

Do..Re..Mi..Fa..Sol..La..Si..Do..
Pasti semua pada tau kan kalau itu adalah urutan nada. Nyebutinnya pun pasti guampang buanget. Nah, gimana kalau Redenominasi? *nyebutinnya aja susah gitu apalagi ngartiinnya yak?? ’-_-

Awalnya  nih karena nyusun rencana keuangan dalam rangka holiday ke Negara tetangga ntar di bulan Februari. Hitung-hitungan pun dimulai..hmm..1 Ringgit nilainya Rp.2.859,,kalo dibuletin lebih kurang 3.000 rupiah. Wueleh.. aku jadi mikir,kok nilai mata uang kita kecil begini yak? Nah..inilah awalnya kenapa aku nulis tentang Redenominasi ini.

Pengertiannya dari Redenominasi adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut.  Misalnya Rp. 1.000 di-redenominasi menjadi Rp. 1.
Beberapa waktu yang lalu sempat terdengar kabar kalau Negara kita bakal melakukan yang namanya Redenominasi ini, hanya saja sepertinya tidak semua masyarakat menyetujui. Kenapa? Kebanyakan alasannya sih karena takut terjadi kerugian seperti yang pernah terjadi di masa presiden Soekarno.
 Jadi ceritanya, Dulu.. negara kita mengalami inflasi yang sangat parah, sehingga untuk mengatasi hal itu dilakukan pemotongan mata uang. Tapi sebenarnya yang di lakukan pada zaman dulu itu bukan Redenominasi tapi melainkan Senering.
Nah loh, apaan lagi tu?  
Senering berbeda sekali dengan Redenominasi.
Kalau Redenominasi pengurangan digit mata uang tanpa mempengaruhi nilai, sedangkan Senering mempengaruhi nilai. Jadi, kalau Rp.100.000,- di Redenominasi menjadi Rp.100 , nilai Rp.100 yang telah diredenominasi itu sama seperti nilai sebelumnya yaitu Rp.100.000







Contoh gampangnya gini :
Bila Rp.100.000 bisa digunakan untuk membeli 1 pcs baju, Rp.100 yang merupakan redenominasi dari uang seratus ribu tadi, juga bisa kita gunakan untuk membeli baju yang sama. Tapi, kalau Senering uang kita yang Rp.100.000 dan telah diubah jadi Rp.100 ya cuma bisa beli benang doang. Gitu..
Karena pada Senering pemotongan digit tidak secara bersamaan dilakukan juga pada harga barang, sehingga daya beli masyarakat jadi menurun. 

Well, Tujuan dari Redenominasi ini sebenarnya adalah untuk Menyederhanakan pecahan uang sehingga lebih efisien dan nyaman dalam melakukan transaksi.
Yang selanjutnya bertujuan untuk mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan Negara regional.
Menurutku sebenarnya tidak hanya efisien dalam transaksi saja loh., tapi juga dalam pengolahan data misalnya laporan keuangan. Kalo dipirkir-pikir, kan simple tuh, nulis laporan keuangan atau ngitung duit tanpa nol yang buanyak buanget.

Redenominasi biasanya dilakukan pada saat kondisi makro ekonomi stabil dan inflasi terkendali. Selain itu pelaksanaannya juga harus dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap. Dengan kata lain, ada ‘masa transisi’ yang bertujuan agar tidak terjadi gejolak di masyarakat.

Kalau aku pribadi sih mendukung, dan berharap semoga program Redenominasi ini segera di realisasikan. Tapi, mungkin untuk sebagian orang, kekhawatiran akan terjadinya kerugian pada saat Redenominasi ini diberlakuan juga masih ada, dan itu wajar.
Yang perlu dilakukan pemerintah agar kekhawatiran itu berkurang dan proses Redenominasi berjalan lancar adalah dengan cara melakukan sosialisasi  ke seluruh daerah di nusantara, sampai ke pelosok.

Bagaimana  menurut sobat semua? Setujukah dengan rencana Redenominasi ini?

Semoga bermanfaat..See yaa…:)

20 komentar:

  1. mending gini saja sih kalo mennurutku...
    jd kalo ditanya gaji kan keren....
    gajinya berapa dek...??
    5 juta Bu..... (sambil tersenyum dan melirik anak si Ibu)...
    nah kalo redenominasi...
    gajinya berapa dek..??
    5 ribu Bu...
    ckckckckckck...
    :P

    BalasHapus
  2. Aku mah setuju-setuju aja deh... (T^T

    BalasHapus
  3. hehehe zone lucu, tapi bener juga lho dengan redenominasi (sumpah ribet nyebutnya)jumlah nol nya kan jadi berkurang, jadi ada kemungkinan korupsi bisa diatasi, biasanyakan korupsi karena liat nol nya lho, hehehe lagi ;)

    BalasHapus
  4. @zone: keren mah keren..begitu dituker ke mata uang negara lain langsung 'gubrakk' gitu :D tapi,keren sih emang :D

    @K rin : Ngikutttt..:D

    @Stupid monkey : Hmm..ternyata penyebab korupsi selama ini i 'nol' ayo..laporin si 'nol' ke KPK :D

    @Nuel : Ndak usah dibaca nuel,,dieja aja #halahh :D

    BalasHapus
  5. aku juga pusing,...pusing karna tak punya duit....xixiiii....

    BalasHapus
  6. oh gitu pantesan bingung, setau gue redominasi tu ga pengaruh sama daya beli tapi kenapa jadul malah ga bisa beli apa-apa pas jaman Soekarno oh ternyata namanya senering. nice info. salam kenal yah :)

    BalasHapus
  7. masih rencana kok
    soalnya kalau beneran diberlakukan juga repot banget mengubah keseluruhan tatanan ekonomi yg sudah ada

    BalasHapus
  8. Informasinya sangat berguna banget; ilmiah tapi dijelaskan dgn bahasa yg mudah dipahami.

    Background blognya sama kayak punyaku.

    BalasHapus
  9. wkwkwk ... 21inchs nyadar tuh ;)

    BalasHapus
  10. wow .. postingannya informatif nih, jadi tahu ttg perbedaan senering sama redenominasi, thanks ya :)

    BalasHapus
  11. Musti narik uang yang beredar dulu ya bu jadinya?, klo aku malah gak yakin kebijakan ini akan segera terlaksana bu'. soalnya pasti ada pertimbangan politisnya juga.. hehe

    ---------------
    eko marwanto

    BalasHapus
  12. saya memang gak ngerti ekonomi dan kebijakan ekonomi, tapi kalo sepintas belajar ala blogger ini, saya milih redominasi. saya mesti belajar leih banyak lagi tentang ini

    BalasHapus
  13. secara ilmu ekonomi itu masuk akal dan sangat menguntungkan. sayangnya kalau sudah kadung dipolitisi itu yang merugikan masyarakat menengah ke bawah yang sering bermain-main dengan mata uang kecil di bawah ribuan.
    ini teori yang ideal sayangnya teori yang ideal ketika diimplementasikan seringkali melenceng. hauuu *minum kopi*

    BalasHapus
  14. typo: politisi --> politisasi

    BalasHapus
  15. kemarin-kemarin pernah dengan rencana pemerintah tentang redominasi, untuk penyederhanaan semata tapi yakin pelaksanaannya akan ribet paling tidak memerlukan waktu tuntas 1 tahunan atau bahkan bisa lebih, nice posting

    BalasHapus
  16. Saya setuju! Coz, kalo ngitung2 gak bnyk angka "0"!

    Eh, mba, bkn.A senering itu motong uang yah? Misalnya uang 1000 di potong jadi 2 ya nilai.A 500, 500, bner gak sih?

    BalasHapus
  17. @Djangkaru bumi : Ye..itu mah De El (baca:Derita Elu)

    @Audrey : Terimakasih :) Salam kenal kembali :)

    @Ninda : Iya sih repot emang,,cuma kadang Perubahan itu perlu agar kita bisa berkembang hehe

    @21Inchs : Terimakasih :)Iya..hehe kompakan tanpa perjanjian ni #halahh:D

    BalasHapus
  18. @mbak Eli : Makasih juga udah berkunjung ya mbak :)

    @Eko Marwanto : Uang lama kita kembalikan ke bank dituker sama yang baru..mungkin gitu mas. kalau udh nyangkut politik sih ..udah lain cerita ntar..hehe

    @Rusydi Hikmawan : Wah..Terimakasih mas,saya cuma menuliskan sedikit dari apa yang sudah saya baca dan dengar saja,klw ilmu ekonomi saya mah..cetek banget mas..:D

    @Annesya :Iya mbak teorinya emang kadang lebih terlihat mudah dari realisasinya :)

    @Thanjawa Arif : Lebih dari setahun mas,,masa transisi minimal 5tahunan itu mas..:)

    @haris widodo : Dulu emg waktu jaman Bpk.Soekarno uang nya digunting mas,.itulah senering :)

    BalasHapus
  19. ahahahaa... nominal rupiah terlalu banyak XD
    kasian uh para sekretaris yg nulis di kwitansi atau nota, yg nominalnya 5juta ditulis 5000 biar tulisannya cukup di kolom :P

    lagian biar ngga susah2 ngitungnya, tapi yaa mau gimana, rakyatnya haruh ngerti dan siap ttg redenominasi ini ;)

    BalasHapus