Label

Minggu, 01 April 2012

Tradisi Cheng Beng

Salah satu Tradisi penting yang ada pada masyarakat etnis Tiong Hoa selain Imlek adalah Cheng Beng atau dalam bahasa Mandarin disebut QingMing. Bahkan sebagian orang lebih mengistimewakan tradisi ini. Cheng Beng merupakan tradisi ziarah ke makam leluhur yang dilakukan setiap tahun dan dimulai dari tanggal 25 Maret sampai tanggal 5 April. Biasanya, para etnis Tionghoa yang pergi merantau jauh dari kampung halaman pun akan pulang untuk melaksanakan ziarah Cheng Bheng ini.

Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak jaman dinasti Tang. Pada jaman itu, hari cheng beng
ditetapkan sebagai hari libur sekaligus hari wajib bagi para pejabat untuk menghormati para leluhur yang telah meninggal dan mengimplementasikannya dengan membersihkan kuburan para leluhur, sembahyang dan lain-lain.

Di dinasti Tang, implementasi hari cheng beng hampir sama dengan kegiatan sekarang, misalnya seperti membakar uang-uangan, menggantung lembaran kertas pada pohon Liu, sembayang dan
membersihkan kuburan. Yang hilang adalah menggantung lembaran kertas, yang sebagai
gantinya lembaran kertas itu ditaruh di atas kuburan.

Bagi masyarakat Tiong Hoa, ziarah ini dianggap sebagai upacara sangat resmi. Mereka datang dari jauh - dari seberang lautan. Ada yang datang dari Hongkong - Singapura - Malaysia buat ber- Cheng Beng di tanah kelahirannya untuk sembahyang Cheng Beng di pekuburan para leluhur dan orang tuanya.

Apapun namanya, ziarah merupakan sesuatu yang bisa mengingatkan kita akan hal yang pasti datang kepada setiap yang hidup yaitu kematian.
Semoga bemanfaat ya..:)