Label

Kamis, 18 Oktober 2012

Don’t Judge Easily




Di sebuah Gerbong Kereta Api yg penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 thn melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada Ayah nya

“Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu…mereka menyusul kita”

Sang Ayah hanya tersenyum menganggukkan kepala dengan wajah yg tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu

Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yg mengamati tingkah pemuda yg kekanak-kanakan itu. Mereka berdua sangat risih. Tidak lama pemuda itu kembali berteriak :

“Ayah. Lihat itu awan kah? Lihat…mereka ikut berjalan bersama kita juga”

Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan
Dua orang suami istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada Ayah pemuda itu

“Kenapa Anda tidak membawa anak Anda ini ke Dokter Jiwa?”

Sejenak Ayah pemuda itu terdiam, lalu Ia menjawab :

“Kami baru saja kembali dari Rumah Sakit, Anakku ini menderita kebutaan sejak lahir. Tadi baru di operasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dg mata kepalanya”

Pasangan Suami Istri itu pun terdiam seribu bahasa

Setiap Orang punya cerita hidup masing-masing, oleh karena itu hindari memvonis, menuduh, mencemooh, menghujat, menghina hanya dengan apa yg Kita lihat. Barangkali saja bila Kita mengetahui kondisi yg sebenarnya…Kita akan punya pendapat berbeda. Akan lebih baik bila kita selalu bersikap bijaksana bukan hanya terhadap apa yang kita alami tapi juga bersikap bijaksana dalam menilai orang lain.

Semoga bermanfaat ^^

#Inspirasi dari Bpk.A.Wenan

Minggu, 01 April 2012

Tradisi Cheng Beng

Salah satu Tradisi penting yang ada pada masyarakat etnis Tiong Hoa selain Imlek adalah Cheng Beng atau dalam bahasa Mandarin disebut QingMing. Bahkan sebagian orang lebih mengistimewakan tradisi ini. Cheng Beng merupakan tradisi ziarah ke makam leluhur yang dilakukan setiap tahun dan dimulai dari tanggal 25 Maret sampai tanggal 5 April. Biasanya, para etnis Tionghoa yang pergi merantau jauh dari kampung halaman pun akan pulang untuk melaksanakan ziarah Cheng Bheng ini.

Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak jaman dinasti Tang. Pada jaman itu, hari cheng beng
ditetapkan sebagai hari libur sekaligus hari wajib bagi para pejabat untuk menghormati para leluhur yang telah meninggal dan mengimplementasikannya dengan membersihkan kuburan para leluhur, sembahyang dan lain-lain.

Di dinasti Tang, implementasi hari cheng beng hampir sama dengan kegiatan sekarang, misalnya seperti membakar uang-uangan, menggantung lembaran kertas pada pohon Liu, sembayang dan
membersihkan kuburan. Yang hilang adalah menggantung lembaran kertas, yang sebagai
gantinya lembaran kertas itu ditaruh di atas kuburan.

Bagi masyarakat Tiong Hoa, ziarah ini dianggap sebagai upacara sangat resmi. Mereka datang dari jauh - dari seberang lautan. Ada yang datang dari Hongkong - Singapura - Malaysia buat ber- Cheng Beng di tanah kelahirannya untuk sembahyang Cheng Beng di pekuburan para leluhur dan orang tuanya.

Apapun namanya, ziarah merupakan sesuatu yang bisa mengingatkan kita akan hal yang pasti datang kepada setiap yang hidup yaitu kematian.
Semoga bemanfaat ya..:)

Selasa, 20 Maret 2012

Sotoji - Lezat,Mudah dan Sehat


Soto merupakan makanan khas Indonesia.  Uniknya, berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis soto tersendiri dengan kandungan dan rasa yang berbeda, misalnya Soto Medan, Soto Madura, dan Soto Banjar. Ada pula sejenis soto yang diberi nama sesuai kandungan nya, antar lain: Soto Ayam, Soto Babat, dan Soto Kambing. Selama ini bila saya ingin makan soto, biasanya saya akan mencari warung yang menjual soto, mengingat untuk membuat soto sendiri itu sedikit merepotkan. Nah, sekarang ada kabar baik bagi para penyuka soto seperti saya. Telah hadir soto instan Sotoji, yang tidak hanya mudah membuatnya tapi juga memiliki cita rasa yang pas di lidah. Sotoji bukan hanya soto biasa, karena dalam satu kemasan selain terdapat sohun, bumbu soto, dan minyak , Sotoji juga dilengkapi dengan jamur tiram. Didaerah saya jamur bisa dikatakan sebagai pengganti daging ayam, jadi sangat cocok sekali bila soto instan ini dipadukan dengan jamur tiram. Apalagi jamur tiram ini memiliki nutrisi dengan kandungan protein tinggi, vitamin dan mineral. Manfaatnya juga banyak, antara lain mengurangi kolesterol, antitumor, antikanker juga dapat meningkatkan system imun.

Cara penyajiannya mudah sekali, cukup memanaskan air, masukkan sohun dan jamur tiram, tunggu beberapa saat sampai sohunnya mulai lembut, masukkan minyak dan bumbu, aduk perlahan sampai matang. Cara ini mungkin sedikit berbeda dengan yang tertera di belakang kemasan. Dikemasan sohun dimasak bersama jamur tiram, bumbu disiapkan di mangkuk, setelah sohun dan jamur matang, siramkan sohun, jamur bersama kuahnya kedalam mangkuk yang berisi bumbu, kemudian aduk rata. Sahabat semua boleh menggunakan cara yang mana saja. Tapi, kalau menurut saya pribadi, bumbunya akan lebih rata dan meresap bila dimasak sekaligus.


Ketika saya mencobanya kemarin, saya menambahkan telur rebus dan perkedel sebagai pelengkap. Kita juga bisa menjadikannya sotoji ini sebagai pengganti lauk, dengan menyantapnya bersama nasi. Bagi yang muslim, jangan khawatir karena Sotoji ini memiliki label HALAL. jadi, tunggu apa lagi? agar tidak penasaran, Bagi yang belum pernah mencobanya, silahkan pesan sotoji ini secara online di website Sotoji sekarang juga, dan nikmati masakan khas Indonesia dengan cara yang mudah, cita rasa yang lezat,  sekaligus menyehatkan. 

Rabu, 14 Maret 2012

Sampah Luar Angkasa



gbr dr sini

“Buanglah Sampah pada Tempatnya”
Himbauan itu banyak ditemukan, terutama di tempat-tempat yang sering dilalui orang. Tapi sepertinya tidak hanya tempat yang banyak dilalui orang yang harus dipasang himbauan itu, karena ternyata ada ‘tempat’ yang jarang dilalui tapi penuh dengan sampah. ‘Tempat’ yang saya maksud bukan di bumi, tapi di sekitar bumi atau lebih tepatnya di ketinggian 700 kilometer – 1300 kilometer. Sampah yang mendekati orbit bumi ini terdiri dari sisa sisa meteor yang bertabrakan dan puing puing satelit yang sudah tidak terpakai lagi.

Robert Massey, Lembaga Astronomi di London menyatakan :
“Setidaknya ada jutaan serpihan kecil disana, karena ribuan satelit telah diluncurkan. Ini tergantung dari mana kita melihatnya, jika dihitung sampai partikel yang sangat kecil, jumlahnya amat sangat banyak, karena banyaknya obyek yang kita luncurkan selama 50 tahun. Setiap kali kita meluncurkan sesuatu ke angkasa, jumlah sampah pasti meningkat karenanya.”

Jumlah sampah tersebut bertambah secara signifikan setelah pada tahun 2007, China melakukan uji coba satelit dengan menghancurkan satelit lama (FENGYUN 1-C )yang sudah tidak terpakai lagi. Uji ini kira-kira menghasilkan 150.000 puing-puing satelit dengan besar kurang lebih 1cm. Ditambah lagi pada tahun 2009 dua satelit yang juga milik Negara China saling bertabrakan diorbit sehingga puing-puingnya menambah lagi jumlah sampah pada orbit bumi.

William Shelton, pimpinan US Air Force Space Command, seperti dikutip dari Space, 10 Mei 2011 mengatakan “Angkanya terus meningkat, Sekarang ini sudah lebih dari 50 negara yang terlibat dalam eksplorasi ruang angkasa dan lebih dari 20 ribu benda tak terpakai berada di ruang angkasa.Padahal, kemungkinan jumlah sampah itu 10 kali lebih banyak karena sensor yang kami punya saat ini tidak mampu melacak seluruh sampah yang ada, dan diperkirakan angka itu akan naik tiga kali lipat pada tahun 2030”
gbr.dr sini
 Yang membuat sampah-sampah ini berbahaya adalah karena mereka bisa merusak sistem luar angkasa militer, sistem luar angkasa sipil maupun satelit komersial. Selain itu juga Risiko tabrakan yang mungkin terjadi dapat mengancam keselamatan astronot.
Stasiun ruang angkasa Internasional (ISS) yang mengorbit Bumi dengan kecepatan 28.164 km/jam kadang-kadang sampai harus melakukan manuver guna menghindari sampah angkasa yang akan menabrak dirinya. Belum lagi kalau ada sampah satelit yang ukurannya cukup besar jatuh ke bumi dan tidak terbakar habis di atmosfir, bukankah itu juga membahayakan penduduk bumi?.

Well, berbagai upaya sudah mulai dicari untuk membersihkan sampah luar angkasa ini, diantaranya adalah ide pembuatan jaring magnetik dan sapu laser, yang akan menyapu puing-puing ini menuju atmosfer bumi.
Ada juga pendapat para ahli yang mengatakan bahwa solusi terbaik adalah dengan membatasi puing-puing dari titik asalnya, agar puing dibawa kembali ke bumi dan tidak mengambang selama berpuluh-puluh tahun.
Upaya tersebut selama ini terkesan hanya teori saja karena belum tampak tanda-tanda akan direalisasikan.
Ini terkait dengan lambannya astrofisikawan dan ilmuwan mengatasi persoalan bahwa NASA tidak setiap tahun bisa menggunakan dana dari pemerintah untuk melakukan penelitian dan melakukan pembersihan sampah antariksa.

Marshall Kaplan, pakar puing-puing ruang angkasa dari Space Department, Johns Hopkins University, mengatakan “Saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan. Kita tidak punya dana yang cukup, teknologinya belum ada, dan belum ada kerjasama. Tidak ada yang ingin membiayai upaya itu,”.
Ia juga menambahkan, pembersihan luar angkasa merupakan ‘industri yang terus tumbuh’ namun tidak ada yang ingin mengerjakan. “Selain itu, secara politik, itu juga tidak menguntungkan,” ujarnya
.

Hufttt..inilah sulinya kalau sudah berbicara ada tidaknya keuntungan, segala sesuatu yang akan dilakukan juga jadi dipertimbangkan, padahal bukankah seharusnya seluruh pihak yang telah meluncurkan satelit internasional harus bertanggung jawab membersihkan sampah antariksa?

Bagaimana menurut sahabat semua?
Semoga bermanfaat..
See Yaa… :)

Sumber : 

Sabtu, 10 Maret 2012

Tissue


Siapa yang tidak kenal dengan benda tipis berwarna putih ini? Setiap orang pasti tau dan mungkin selalu menggunakannya setelah selesai makan, ketika berkeringat, bahkan ketika selesai buang hajat (baca: BAB/BAK). Gaya hidup / life style manusia yang menginginkan segala sesuatu serba cepat, mudah dan efisien merupakan salah satu penyebab mengapa tissue bisa sangat familiar saat ini, berbeda dengan tahun 70-an dimana saputangan masih menjadi hal wajib yang dibawa kemana-mana.
Walaupun tissue begitu efisien dan mempermudah hidup manusia, ternyata Tissue juga membawa pengaruh negative terhadap planet tempat kita berpijak ini.
Nah loh..Kenapa bisa seperti itu?

1.Bahan dasar Tissue.
Tissue berbahan dasar 100% kayu.
Menurut Koesnadi dari Sekjend Sarekat Hijau Indonesia ( SHI ) tentang Hitungan sederhana bagaimana penyusutan Hutan Alam Indonesia akibat dari penggunaan tissue oleh masyarakat.
“Jika jumlah penduduk Indonesia 200 juta orang dan setiap satu harinya 1 orang menggunakan ½ gulung kertas tisu Artinya penggunaan kertas tisu bisa mencapai 100 juta gulung tisu per hari, berarti per bulan nya pemakaian tisu di indonesia mencapai 3 milyar gulung. Bila berat kertas tissu itu 1 gulung mencapai ¼ kg, maka 3 milyar dihasilkan angka kira-kira 750.000.000 kg setara dengan 750.000 Ton, Bila untuk menghasilkan 1 ton pulp diperlukan 5 m3 kayu bulat, dengan asumsi kayu bulat 120 m3 per hektar (diameter 10 up) maka sudah bisa ditebak penggunaan hutan untuk urus kebersihan mencapai ratusan ribu hektar setiap bulannya". (Sumber: dari sini)

Hal itu menunjukkan bahwa jutaan ton kayu tropis siap ditebang untuk menghasilkan tissue. Perlu diketahui bahwa untuk dapat ditebang dan diolah kembali, sebatang pohon kayu tropis membutuhkan waktu sekitar 6-8 tahun lamanya. 

Bila keberadaan hutan menyusut maka akan mengakibatkan erosi tanah juga menurunnya kemampuan hutan untuk menyerap CO2. Konsentrasi CO2 yang tinggi di atmosfir lah yang menyebabkan suhu bumi meningkat atau sering disebut Global Warming. Suhu bumi yang melampaui batas bisa mengakibatkan perubahan alam, mencairnya es di kutub (naiknya permukaan air laut) hingga hujan asam.

2.Proses Pembuatan Tissue 

Untuk memproduksi 1 Kg Tissue diperlukan 30 liter air dan 4 kwh listrik. Bila setiap orang diasumsikan memakai tissue rata-rata 50 gr per hari dan hanya seperempat penduduk Indonesia yang menggunakan tissue, maka tiap tahun diperlukan sekitar 21 ribu ton tissue, dimana untuk memproduksinya butuh 630juta liter air dan 84juta Kwh listrik. Penggunaan 84 juta kwh listrik itu sama sperti membuang gas CO2 sebesar 42ribu ton. (sumber: dari sini)
Belum pagi dampak dari proses untuk mendapatkan warna putih pada tissue. Dalam proses pemutihan terhadap pulp yang berwarna hitam menggunakan gas Chlor (CL). Bahan baku gas Cl adalah toksik, dimana toksik ini limbahnya masih mengandung racun.
 
Well, sebenarnya bukan Tissuenya yang membawa pengaruh, tapi lebih tepat ‘penggunaan Tissue’ yang berlebihanlah yang memberikan dampak buruk bagi Bumi kita ini. Bila memungkinkan tidak ada salahnya kita kembali menggunakan saputangan, atau paling tidak bijaksanalah (baca:hemat) dalam menggunakan tissue.
Kita mungkin tidak dapat melakukan hal yang besar, oleh karena itu lakukanlah hal kecil yang kita mampu untuk menjaga hutan yang merupakan nyawa dari bumi kita.

Semoga bermanfaat ya..
See yaa..

Kamis, 08 Maret 2012

Srikandi Nusantara yang Luar Biasa





Beliau adalah seorang ekonom yang cantik, luwes, cerdas dan populer. Sejak decade 1990 an, ia sering tampil di panggung seminar dan talk show di televise. Ia juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi (FE-UI) yang menjadi anak binaan kesayangan dari Prof. Widjojo Nitisastro yang lama memimpin Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FE-UI. Kurang dari empat tahun, tiga jabatan Menteri disandangnya, setelah sebelumnya menjadi Executive Director IMF. Tiga jabatan menteri yang disandangnya belum pernah dipimpin oleh seorang perempuan sebelumnya.  
gbr.dr sini
Siapakah dia? Ia bernama lengkap Dr.Sri Mulyani Indrawati atau lebih akrab dipanggil Mbak Ani. Sebelum diangkat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional di cabinet Indonesia Bersatu, Ia Hijrah ke Atlanta, Amerika Serikat sebagai konsultan di USAid untuk kemudian terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili 12 negara Asia Tenggara, lagi-lagi dialah perempuan pertama dari Indonesia yang menduduki posisi itu. Pada saat ia menjadi konsultan di USAid, ia menjalin kerja sama dengan lembaga bantuan milik pemerintah AS, untuk memberikan beasiswa S-2 bagi para pengajar di daerah dari Aceh, Jawa, Kaltim, Sulut dan Papua. Programnya disetujui, malah yang awalnya hanya untuk satu tahun, diperpanjang menjadi dua tahun karena Ibu Sri Mulyani masih diperlukan untuk konsultasi pengelolaan program USAid.

Ibu dari seorang putrid dan dua orang putra ini, kini berstatus sebagai Mantan Menteri Keuangan, namun Ibu Sri Mulyani malah ramai dibicarakan menjadi kandidat Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick. Hal ini dilihat dari pemungutan suara yang dilakukan di sebuah situs dunia maya ini. Ia menempati peringkat pertama dengan dukungan yang jauh melampaui 8 nama kandidat yang lain. 

Walau demikian, Stefan Koeberle yang merupakan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia mengatakan bahwa masalah kandidat President Bank Dunia adalah keputusan pemilik Bank Dunia, dan proses pemilihannya dari April dan berakhir di bulan Juli.

Pencalonan dapat dilakukan oleh anggota Dewan Executive / Dewan Gubernur melalui Director Executive nya. Setelah proses pencalonan ditutup, Dewan executive akan membentuk shortlist maksimum 3 nama, untuk kemudian mempublikasikannya dengan persetujuan tiga nama yang bersangkutan.

Proses yang panjang memang untuk menjadi seorang President Bank Dunia, namun bila Ibu Sri Mulyani benar benar berhasil menduduki jabatan tersebut, Indonesia boleh bangga karena salah seorang Srikandinya mencapai posisi yang tidak biasa dan akan disegani oleh banyak Negara di dunia.

Berbicara tentang filosofi hidup, Ibu Sri Mulyani pernah mengatakan :
Hidup hanya sementara, oleh karena itu ia hanya ingin memberikan dan melakukan yang terbaik kepada Bangsa, Negara, Agama, dan Keluarga. Serta ingin menikmati hidup bahagia, damai dengan diri sendiri dan sekitarnya.

Selamat Hari Perempuan Sedunia ^^
Happy Womens Day ^^

Sumber :
-          DetikNews
-          Metrotvnews
Worldbank