Label

Selasa, 29 November 2011

Be a Coconut



Kenapa kelapa? Kenapa gak jeruk? Tomat? Durian? Hehehe..
Bukan bermaksud men-deskriminasi-kan buah yang lain, hanya saja tadi waktu nyari inspirasi mau nulis apaan eh..mata tertuju ke pohon kelapa. Jadi eng..ing..eng.. kelapa jadi tema.

Oke, lanjut. Berbicara mengenai tumbuhan yang satu ini, berarti membicarakan tumbuhan serba guna loh. Kenapa? Karena semua bagian dari kelapa itu berguna. Aku udah merangkum beberapa manfaat dari kelapa, cekidot..

·         Akar          :    Bagian paling dasar dari pohon kelapa ini selain digunakan sebagai
 bahan zat pewarna perabot ternyata akar ini telah menginspirasi seorang inssinyur bernama Bpk. Sedyatmo dalam menemukan konstruksi penyangga bangunan (apron). Konstruksi ini telah dipatenkan dan dipakai di luar negri. Untuk dalam negri kita dapat melihatnya konstruksi ini di landasan bandara Polonia dan Soekarno-Hatta.
(Bayangin..terinspirasi dari akar pohon kelapa!!)

·         Batang      :    Ini sudah jelas fungsinya sebagai papan dalam pembuatan rumah
                      ataupun perabot.
·         Daun         :    Daun kelapa bila telah dikeringkan dahulu digunakan sebagai atap
rumah (sampai sekarang masih digunakan di desa pedalaman). Daun yang masih muda sering disebut ‘janur’ dipakai sebagai bahan anyaman ketupat dan hiasan dalam upacara adat suku Jawa dan Bali. Tangkai daun (lidi) setelah dikeringkan dan dihimpun menjadi satu digunakan sebagai sapu.
·         Bunga        :    Bunga betina nya bisa dimakan loh (dalam bahasa jawa disebut
‘bluwuk’). Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga disebut nira dapat diminum.
·         Buah          :    Ini bagian yang paling bernilai ekonomi. Sabutnya yang berupa serat
                      Kasar diperdagangkan sebagai pengisi jok kursi, anyaman tali, keset,
Serta media tanam bagi anggrek. Tempurung (batok) kelapa digunakan sebagai bahan bakar, pengganti gayung, dan berbagai kerajinan tangan. Cairan dalam buahnya yang mungkin sering kita minum ternyata bermanfaat sebagai penetralisir racun loh. Endapan dari cairan tersebut (Degan) dibuat sebagai campuran minuman es. Daging buah yang tua dan mengeras berwarna putih, setelah diparut dan diperas akan menghasilkan santan. Jika dikeringkan disebut kopra yaitu bahan baku pembuatan minyak kelapa. Cairan dari buah yang sudah tua dapat dibuat sebagai bahan jelly yang disebut nata de coco.


Itu semua manfaat kelapa loh..banyak banget kan? Bahkan mungkin bisa lebih banyak dari itu. Dari ujung ampe ujung semua bermanfaat. Nah, The question is  jreng..jreng..  How about us? Sebagai manusia, yang jauuuuhhh lebih canggih dari kelapa, sudah kah kita bermanfaat? Nggak usah berfikir yang terlalu rumit deh, Maksudnya disini bukan manfaat dari tiap bagian tubuh kita. Melainkan manfaat dari apa yang kita lakukan. Contohnya para ilmuwan, penemu, dll. Apa yang mereka ciptakan memberikan manfaat bagi umat manusia kan? *semua ngangguk :D* 

Trus, kalau mau bermanfaat harus jadi jenius dulu, gitu?? Enggak guys.. guru, dokter, koki, supir, petugas kebersihan juga memberikan manfaat kan? Kita bisa menebarkan manfaat bukan dari pekerjaan yang kita miliki melainkan dari hal hal yang kecil. Dari mulai berbicara. Berbicaralah yang baik-baik, menghibur, memberikan informasi yang baik, itu bermanfaat kan?. Bahkan dengan diam pun kita bisa bermanfaat. Saat seseorang teman menangis,butuh teman untuk mendengarkan keluh kesahnya, hanya dengan diam dan mendengarkan, berempati, kita sudah memberi manfaat. Apalagi kalau kita bekerja, mendapat penghasilan, kemudian kita gunakan untuk hal hal yang baik, kita berbagi dengan yang tidak mampu, itu lebih dari sekedar manfaat. Kita jadi ‘berarti’ bahkan ‘berharga’. Walaupun kita bukan superstar, bukan tokoh masyarakat ataupun pejabat tinggi Negara. Udah berapa lama kita hidup di dunia? Manfaat apa saja yang sudah kita berikan kepada sesama?

Although just an ordinary people, Can we do something that makes us meaningful for the other? Have we done that? Think J

See Yaaa..

Senin, 28 November 2011

Danau TOBA



Marilah kemari Hei..hei..

Kemarin baru heboh-hebohnya penggalakan sms ‘KOMODO’ agar pulau komodo beserta isinya masuk kedalam nominasi New 7 Wonder. Berhubung aku juga bukan penduduk asli pulau komodo lagian pulau komodo juga jauh amit dah dari tempat tinggal ku, aku mau nulis tentang yang dekat-dekat aja. Tempat ini juga sebenarnya ga kalah keren dari tempat-tempat yang masuk ke dalam nominasi new 7 wonder loh. Apakah nama tempat itu?? Jreng..jreng..jreng.. Tempat itu adalah Danau Toba. Yup..Danau terbesar di Asia Tenggara ini ga terlalu jauh dari tempat tinggal ku. Kepleset aja udah langsung nyampe dah hehe (lebay-__-). Well, Aku mau cerita dikit tentang Danau Toba ya..

  Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Seperti yang aku bilang diawal tadi, Danau ini merupakan danau Terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara dan menarik cukup banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.  

 














·         Sejarah Danau Toba.
Diperkirakan Danau Toba terbentuk ketika terjadi ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang kemudian tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik itu  menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan.
Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut. Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu yang berjumlah sekitar 60 juta jiwa manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
·         Setelah letusan tersebut, terbentuklah kaldera (cekungan) yang kemudian terisi oleh air  dan sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar ditengah kaldera menyebabkan munculnya sebuah pulau yang kemudian diberi nama Pulau Samosir.
Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu.
Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang ditinggalkan di situs yang tandus itu. Akhirnya ditemukan bukti berupa tulang belulang hewan berserakan di bawah timbunan yang begitu tebal, timbunan tersebut diperkirakan berasal dari abu dari Gunung Toba. Padahal situs tersebut berjarak 3.000 mil dari sumber letusan gunung Toba. Last, Tim menyimpulkan, daerah dengan luas ribuan hektare ini dahulu adalah sabana (padang rumput) yang kemudian tandus karena tertutupi debu dari letusan gunung Toba.
·         Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas karena ditemukan hampir di seluruh dunia. Dugaan bahwa debu tersebut berasal dari erupsi supervolcano Gunung Toba, karena ditemukan di 2.100 titik, bukti itu berupa bentuk molekul debu vulkanik yang sama dengan yang terdapat di kaldera kawah danau Toba. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu. Bukti-bukti tersebut memperkuat dugaan, bahwa kekuatan letusan -yang juga memicu  gelombang laut- nya memusnahkan kehidupan di Atlantis.
·         Menurut teori para ahli, setelah terjadi letusan gunung Toba, rata-rata suhu dunia turun hingga 3-3.5 derajat kelvin . Hal inilah yang menyebabkan kematian massal manusia yang hidup pada masa itu. Diperkirakan hanya 10.000 (atau bahkan 1.000) manusia yang selamat dari bencana ini.

Ulasan diatas hanyalah sekilas mengenai sejarah Danau Toba secara Ilmu pengetahuan ya, kalau menurut cerita rakyat disana beda lagi. Aku certain dikit ni versi cerita rakyatnya yak.. Cekidot..

Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang bekerja sebagai petani bernama Toba. Suatu hari setelah pulang dari ladang (baca: sawah) Toba pergi memancing ke sungai. Tidak seperti biasanya, kali ini ia belum juga mendapatkan ikan padahal hari sudah hampir gelap. Saat ia memutuskan untuk beranjak pulang, tiba-tiba kailnya bergoyang. Ia langsung menariknya, dan ternyata benar saja ia mendapatkan seekor ikan yang cukup besar. Sesampainya dirumah, ikan tersebut ia letakkan dalam sebuah wadah berisi air sebelum ia mengolahnya menjadi ikan bakar. Ternyata persediaan kayu bakarnya habis, jadi ia keluar rumah untuk mencari sedikit kayu bakar. Saat ia kembali kerumah, dilihanya wadah yang tadinya berisi ikan kini berisi kepingan uang emas. Belum hilang rasa herannya tiba-tiba seorang gadis berparas cantik keluar dari kamarnya. Singkat cerita ternyata gadis cantik itu adalah jelmaan dari ikan yang ia tangkap dan kepingan uang emas itu adalah jelmaan dari sisik ikan itu. Setelah beberapa minggu gadis itu tinggal bersama Toba, ia kemudian mengutarakan niatnya untuk menikahi gadis itu. Niatnya mendapat sambutan yang baik dari sang gadis, hanya saja ada syarat yang harus dipenuhi Toba, yaitu Toba harus bersumpah untuk tidak mengungkapkan asal usul sang gadis kepada siapapun. Toba pun menyetujuinya, kemudian mereka menikah. Tahun demi tahun berlalu, Toba dan keluarganya hidup bahagia dengan dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama ‘Samosir’. Suatu hari seperti biasa Samosir diminta oleh ibunya untuk mengantar nasi dan lauk ke ladang sebagai bekal makan siang sang ayah. Tapi kali ini, karena lapar di tengah jalan ia berhenti dan memakan separuh isi bekal. Sesampainya di ladang, ia pun menyerahkan bekal yang tinggal separuh itu kepada Ayahnya. Saat menerima bekal, si Ayah yang sudah lapar karena bekalnya datang terlambat menjadi marah begitu melihat bekalnya tinggal separuh. Ia makin marah saat Samosir mengaku kalau ia yang memakan bekal itu di tengah jalan. Kesabaran si ayah hilang. Ia memukul anak nya sambil mengatakan : “Anak kurang ajar! Dasar anak keturunan ikan!”

Sambil menangis sang anak berlari pulang dan mengadu pada Ibunya. Mendengar pengaduan anaknya si Ibu sedih sekali, terutama karena suaminya telah melanggar sumpahnya. Sambil menangis si Ibu menyuruh anaknya pergi ke atas bukit. Samosir pun menuruti perintah ibunya dan segera berlari ke atas bukit. Sang ibu pun berjalan menuju sungai kemudian melompat masuk ke sungai yang mengalir deras. TIba-tiba hujan turun dengan derasnya, air sungai meluap memenuhi lembah itu. Toba akhirnya tenggelam namun anaknya yang ada di atas bukit selamat. Genangan air yang makin luas itulah yang sekarang di sebut danau Toba, dan pulau kecil yang ada ditengahnya dinamakan pulau Samosir. Itulah asal muasal Danau Toba menurut cerita rakyat disana.       

Berikut gambar dari Danau Toba (Warning: Aslinya lebih uindahhh dari photonya loh! )

 





 

Well, Sebenarnya daerah wisata Danau Toba ini sudah cukup terkenal. Hal itu terlihat dari meningkatnya pengunjung tiap tahun, apalagi pada saat High season, seperti saat Liburan Sekolah, Hari Raya Aidil Fitri dan hari besar lain. Untuk biaya akomodasi disana terbilang standart (kecuali untuk Hotel besar). Tersedia penginapan dengan tariff sekitar minimal 120ribu/malam. Kalau High season bisa naik sampai 250 ribu/malam. Mengenai makanan, bagi sobat yang Muslim jangan khawatir, karena walaupun disana mayoritas suku Batak NonMuslim, tapi tetap ada warung nasi yang terjamin Halal. 
Nah, dari tulisanku tadi, aku berharap sobat yang belum pernah kesana bisa langsung packing dan travelling tuh kesana. (ntar mampir dah ke my home sweet home :D huehehehe).
Recommended place lah pokoke..
Have a nice holiday J
See yaa..





Minggu, 27 November 2011

Gancet ehh Gadget ;P



 Grrr..sebenernya aku males nulis ni. Bukan karena judulnya ‘gadget’, tapi karena tadinya ni tulisan udah hampir selesai aku ketik di PC, eh.. tiba tiba matek karena kepencet. Ga apa apa sih sebenernya kalo udah di save, masalahnya ctrl+s nya tadi blm ku pencet  mamennnn..ooo emm jiii. Ya udah lah..lanjut
Gadget. Siapa sih yang ga tau gadget? Kayaknya hampir semua dari anak es de (bahkan te ka) udah pada ngenal gadget. Kalo ditanya sama mbak wiki (Wikipedia) , Pengertian Gadget adalah : A gadget is a small technological object (such as a device or an appliance) that has a particular function, but is often thought of as a novelty. Artinya kira kira gini, Gadget adalah sebuah obyek (alat atau barang elektronik) teknologi kecil yang memlikiki fungsi khusus, tetapi sering diasosiasikan sebagai sebuah barang atau inovasi baru. (Ribet kan??) arti gampangnya gini deh, gadget tu barang elektronik kayak hp,smart phone,laptop, note book, dan yang masih gress tablet.

Pengertian gadget udah. Nah, sebenernya yang mau aku tulis bukan tentang jenis terbaru gadget masa kini, harga atau spesifikasinya. Yang mau aku tulis adalah tentang pengaruhnya.
Jadi gini, penggunaan gadget seperti hp,smart phone dan temen2nya belakangan ini kan marak banget tu. Ternyata penggunaannya berdampak kurang baik loh. Kalo dari segi kesehatan paling2 kesehatan jari khususnya jempol yang terganggu hehe. Ni dari segi yang lain. Coba perhatiin deh, kalo kita lagi antri. Antri di bank, dokter,doorsmeer,carwash,atau mungkin antri sembako hehe:P, semua yang lagi ngantri bisa dipastikan pada nunduk, yup, menundukkan wajahnya. Bukan karena pemalu, tapi karena semua pada mantengin benda di tangannya yang tidak lain,tidak bukan dan tidak salah lagi adalah sebuah (atau bahkan dua ) hape. Itulah yang terjadi saat ini. Manusia yang pada hakikatnya adalah mahluk sosial berubah jadi individual. Gimana nggak? Semua jadi pada cuek. Cuek dengan siapa yang ngantri di samping kita. Padahal siapa tau yang ngantri disebelah adalah calon mertua, atau artissss, atau malah calon jodoh kita nantinya (bisa aja kan??? hehe). 

Padahal kegiatan ngantri bisa kita manfaatkan untuk menambah teman. Ya, emang nambah temen bisa dari facebook atau jejaring sosial yang lain, tapi kan beda gitu loh..bila dibandingkan dengan kenalan langsung. Kenalan langsung bisa melatih kita jadi lebih humble dalam berinteraksi dengan orang lain. Dan itu penting cuy. Ada 1 lagi pentingnya menambah teman, Teman itu kan sama dengan relasi. Nah, relasi itu sangat kita butuhkan kalau kita menjalankan bisnis atau usaha. Bagi yang sekarang masih karyawan gak masalah. Relasi akan sangat kita butuhkan suatu saat nanti ketika kita ‘bakar kapal’ (istilah yang digunakan bapak @nukman saat seorang karyawan memutuskan resign dari perusahaan untuk menjadi pengusaha). Karena karyawan ga mau selamanya jadi karyawan kan? (Jawab: Iyaaaaa dunk)
Selain itu, penggunaan hape yang berlebihan juga bisa membuat ketidaknyamanan dalam hubungan keluarga. Contohnya : Lagi berdua dan pengennya ngobrol sama suami/istri eh..yang mau diajak ngobrol malah sibuk sendiri dengan hape nya. Kan kecewa tu yang mau ngajak ngobrol. Yang paling sering nih,, kalau lagi ngumpul bareng keluarga. Semua juga pada sibuk masing masing, ada yang update status, upload foto,.paling yang terdengar ngobrol hanya oma, opa dan mungkin ortu yang ga terlalu ngerti make internet. Kadang ada juga tu anak yang saking sibuknya chit chat ditanyai ortunya gak mudeng, kalau pun ngejawab singkat tanpa noleh, ntar kalo ga mudeng gitu trus pertanyaan diulang ampe dua kali eh..dia nya yang marah dan jawab pake ngebentak lagi. Bayangkan coba kalau kita ada diposisi sebagai ortu.  Ortu mungkin ga sakit hati, mungkin dia hanya berfikir “Oh,,mungikin anakku lagi sibuk” tapi yakinlah pasti dalam hati Ortu Nelangsa banget.
Temen2,bro,sis,semuanya..jangan sampai keberadaan ortu terabaikan dengan adanya smartphone ya.
Actually, ga semua penggunaan gadget berdampak negatif loh. Manfaat gadget, selain memudahkan untuk mencari informasi (via mbah gugel) , mempercepat penyampaian berita (news), membuka peluang usaha onlineshop, belanja online, mempertemukan kita dengan teman teman yang dulunya udah lost contact, sampai bahkan ada juga yang nemu jodohnya (Asseeek).Kita sebagai pengguna gadget sebaiknya memaksimalkan pengaruh positifnya. Misalnya, ada nih temen aku namanya dhira (@nadhiraarini) , Doi selalu mention2an sama babenya yaitu mbah jamil (@jamilazzaini). Mentionnya dari mulai nanyain “Babe ntar mau ngisi seminar dimana?” sampe kata kata “I love u anakku”,”miss u babe “ pokoknya membuat yang baca bisa ngeliat betapa dekatnya hubungan ayah dan anak itu (Sory dhir..aku cuapcuapin dsni hehe). Dari situ kita bisa nyimpulkan kalo mereka menggunakan fasilitas gadget sebagai perangkat yang makin mendekatkan mereka.
So,,sebenarnya baik buruknya sesuatu itu tergantung bagaimana kita menggunakannya. Misalnya ‘duit’ nih. Kalo ditangan yang salah ya bisa digunain buat judi,beli miras,dll. Tapi kalo di tangan yang bener bisa dipake buat usaha,kebutuhan keluarga,bahkan sedekah. Makanya ada orang yang kaya jadi mafia, tapi ada juga orang yang kaya raya tapi dermawan. Jadi bukan duitnya yang salah. 

Next,  jangan sampai yang jauh jadi dekat, yang dekat malah terlupakan. Temen yang lain kota sering ngobrol dari chat, malah ortu yang disisi kita jarang disapa. Tipsnya : Kalau lagi ngumpul sama keluarga, jauhkan hp,laptop,note book,tablet de el el (simpanlah gadget pada tempatnya).
Sempatkan kalau perlu rutinkan waktu untuk ngumpul, ngobrol, curhat, nonton tv bareng, atau ngemil sambil nyantai2 bareng keluarga. Masa 1 minggu 1 kali,atau weekend  untuk keluarga aja ga bisa? Bagi yang punya calon istri,bawa aja sekalian, biar makin cepat ditetapkan tanggalnya (Hahaayy).
Bayangkan jika selama ini kita terlalu sibuk dengan hape kemudian ketika kita ingin ngobrol sama ortu, ortunya udah pikun, udah ga bisa lagi diajakin sharing. Jangan sampai kita kehilangan waktu berharga bersama orang tua. Kita kan ga tau berapa sisa waktunya di dunia. Gunakan waktu kita untuk mngukir canda,tawa,dan kenangan yang bisa kita bawa sampai nanti seandainya Ia sudah ga berada di samping kita.
Kesimpulannya guys..Pergunakanlah segala sesuatu sebaik baiknya dan sewajarnya. Segalasesuatu yang berlebihan lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. At least, Semoga ocehan ini bermanfaat untuk semua yang membacanya. See youaaaa..



Update         
Intermezzo
Efek buruk bagi pengguna gadget (khususnya smartphone)
Setelah dilakukan survey dan penelitian, ternyata penggunaan gadget seperti smart phone memiliki efek buruk bagi para penggunanya antara lain :
1.      Rela disuruh antri, semakin panjang antrian semakit tenang. Gak menunjukkan gejala kekesalan sama sekali.
2.      Yang tadinya ngedumel saat macet sekarang tenaaang..
3.      Berharap kena lampu merah berulang-ulang. Kalo lampu berubah jadi ijo malah kesel. Tetep nekad buat jawabin chat/ message.
4.      Sering diklaksonin orang lain sampe disaranin masang stiker di belakang mobil “harap sabar, BB user”
5.      Waktu BAB jadi tambah lama. Padahal isinya udah kosong, tetep aja nongkrong.
6.      Tidur miring nunguin pasangan sambil BB di tangan. Kejar target ngabisin baca email/twit dll
7.      Suka senyum senyum sendiri
8.      Gak konsen kerja
9.      Bangun pagi yang dicari BB (phone) dulu bukan yang lain.
10.  Waktu diajak ngobrol orang tetep maksaain buat jawab chatting, cuek padahal yang ngajak ngobrol tu kadang bos nya sendiri.
11.  Lebih rela disupirin dari pada nyetir sendiri. Rela naik busway biar gak usah nyetir.
12.  Jadi jarang marah tapi jadi sering dimarahin karena kalo diajak ngobrol ga nyambung.
13.  Kalo ditempat umum suka panic nyari stop kontak . Batre sekarat.
14.  Kalo anaknya rewel, langsung nunjukin BB nya buat menghibur.
15.  Sering lupa mencet tombol lift. Harusnya naik jadi turun, belum lagi kebablasan lantainya.
16.  Kalau ngantri di bank pake nomor antrian, pas di panggil di speaker ga denger, pas kepala ngeliat monitor kaget. Waks! Harus ngambil antrian ulang, tapi tetap tenaaang.
17.  Langganan Koran dan majalah masih tertumpuk rapi tak terbaca.
18.  Sering kejedug karena kalo jalan mata tertuju ke layar BB.
19.  Bikin tangan ga pernah kosong. Walaupun gak chatting, tetep aja BB di tangan! Ga di taroh kantong/tas..uda settingan nya gitu. BB kejait di tangan. -___-

Perhatian..perhatian .. kepada para pembaca kesimpulan diatas hnya jokes semata,kalo ada kesamaan karakter itu adalah unsur ketidaksengajaan. :D just relaxxx..


  HAHAHAHA                                                                     BYEEEE








Jumat, 25 November 2011

Guru Oh..Guru


Hari ini tanggal 25 November loh, masih ingat ini tanggal peringatan apa? Yup,, Hari ini adalah peringatan ‘Hari Guru’. Aku jadi teringat waktu zaman putih-merah sampe putih abu-abu dulu, setiap memperingati hari guru pasti diadakan upacara di sekolah. Upacaranya sama seperti upacara yang diadakan tiap senin pagi. Bedanya, kalau hari guru yang jadi petugas Paskibra, Pembina, Pemimpin upacara, sampai paduan suaranya bukan siswa, tapi para Guru. Keliatan kan spesialnya? Selain itu, biasanya diadakan juga lomba-lomba seperti tarik tambang, bulu tangkis, Tenis Meja, Basket, dan Bola Volly yang pesertanya juga guru-guru. Seruuuu…abis dah.. *merem sambil senyum-senyum mengenang masa lalu*  
Well, Kalau sobat semua ditanya nih, menurut kalian defenisi  ‘guru’ itu apa sih? Mungkin sebagian besar akan menjawab kalau Guru itu adalah seseorang yang beprofesi sebagai pengajar. Yup, jawaban itu benar sekali. Sebagai tambahan Guru itu bukan hanya mengajar dan mendidik, tapi juga mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Sejak zaman Sun gukong si kera sakti, manusia sudah mengenal yang namanya ‘Guru’.  Cuma menurut aku nih berbeda. Zaman dulu ‘Guru’ bukan merupakan profesi tapi lebih ke penghargaan. Misalnya nih, kalau ada yang berlaga menunjukkan kehebatan ilmu masing-masing, kemudian salah satu kalah. Maka yang kalah ini bisa saja memanggilnya guru untuk kemudian meminta ijin agar diangkat sebagi murid agar bisa mempelajari jurus-jurus (ilmu)dari si pemenang tadi. Walaupun tidak semua seperti itu, tapi yang pasti dahulu seorang ‘guru’ lebih dimuliakan dari pada sekarang.
Aku punya seorang kakak ipar yang berprofesi sebagai guru di sebuah SD negri. Tapi bukan guru tetap, alias masih berstatus guru honorer. Jangankan ‘dimuliakan’ mendengar nominal gajinya saja membuatku miris. Sebulan Cuma digaji Rp.150.000 itu juga ngambilnya di rapel per 3 bulan, gimana gak nyesek coba? Gaji segitu bisa buat apa?Photobucket  Padahal kakak iparku ini disana mengajar mata pelajar Agama Islam bukan extrakulikuler yang seminggu cuma sekali loh. Untungnya suaminya sudah menjadi pegawai negri sipil yang gajinya cukup lumayan. Kakak iparku juga tipikal ibu muda yang ulet, selain mengajar dia juga menjual pakaian jadi yang kadang dikreditkan kepada para tetangga sehingga ia bisa memiliki tabungan. Pernah juga kami menyarankan ia untuk berhenti dan meneruskan usaha ibu mertuaku yang membuka warung nasi. Tapi dia menolak mentah-mentah, mungkin karena hatinya memang lebih nyaman untuk mengajar.
Fenomena Guru Honorer di  Indonesia bukan hal yang asing lagi. Guru Honorer merupakan Guru tidak tetap yang bahkan belum berstatus sebagai Calon Pegawai Negri Sipil. Gajinya dibawah gaji minimum yang telah ditetapkan dan bahkan sering kali mereka digaji secara sukarela. Tapi uniknya, secara kasat mata penampilan mereka terlihat seperti layaknya seorang guru tetap. Kenapa? Karena mereka menggunakan seragam yang sama dengan pegawai negri sipil. Aku sendiri pun kurang tau apakah penggunaan seragam tersebut menyalahi peraturan pemerintah atau tidak. Biasanya para guru (pegawai) menjadi tenaga honorer dengan suka rela demi menunggu untuk diangkat menjadi pegawai negri sipil. Kadang ada pula pegawai honorer yang jadi-jadian (siluman). Tapi bukan siluman seperti b*bi ngepet, dan kawan-kawannya loh.. maksudnya disini pegawai honorer yang dianggap siluman karena diangkat menjadi Calon pegawai negeri sipil dengan prosedur yang menyalahi ketentuan yang berlaku. Misalnya dengan merekayasa masa kerjanya selaku honorer, atau latar belakang pendidikan nya tidak sesuai dengan bidang pekerjaan mereka selaku honorer. Itu semua menyalahi toh? Tapi kadang-kadang masih ditemukan loh di Negara kita ini. -_-
Kalau mengenai gaji guru, aku sih gak bisa berbuat apa-apa selain berdoa aja semoga bisa lebih baik lagi dan semoga pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan para guru-guru kita. By the way,  Terlepas apakah itu Guru honorer ataupun Guru tetap, sebenarnya siapapun bisa menjadi guru. Karena Guru bukan sekedar profesi. Setiap orang yang bisa memberikan pengetahuan yang lebih pada kita, mengarahkan, dan memberi contoh (apalagi sampai menginspirasi)  itu juga bisa disebut guru atau setidaknya kita menganggapnya sebagai guru. Para Mentor, Motivator, dan Penulis buku juga sering dianggap sebagi guru untuk sebagian orang (termasuk ane). Tapi, dari sekian banyak guru dalam kehidupan kita, sadarkah kalau guru yang paling dekat dan yang paling tidak pernah bosan mengajarkan,memberi contoh dan mengarahkan kita sejak kita mulai melihat dunia ini adalah orang tua. Ya..Ayah dan Ibu. Mereka mengajarkan dengan segala apa yang mereka ketahui. Mereka yang memperkenalkan kita kepada Nabi dan Rasul yang merupakan suri tauladan terbaik. Mereka yang untuk selanjutnya mencarikan guru guru terbaik agar kita bisa lebih banyak tau dan lebih berilmu dari mereka.
Well, I think gak ada salahnya kalau ketika hari guru kita tidak hanya berterima kasih kepada guru di sekolah, tapi juga guru yang ada di rumah yaitu Ayah dan Ibu kita.
Untuk menyemarakkan hari guru, ni aku tuliskan lirik dari lagu ‘Hymne Guru’. Yang masih ingat, nyanyiin dalem hati deh dambil ngebayangin wajah wajah ‘Guru’ kita.
Photobucket
Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku,  tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa…..
Untuk Guruku :
Walau tanpa tanda jasa dan penghargaan yang berarti semoga apa yang engkau ajarkan menjadi amal jariyah yang tak akan putus meskipun kelak engkau telah tiada.

Selamat hari Guru J

Kamis, 17 November 2011

Bill


Bill
Kejadian ini terjadi di bulan Ramadhan yang lalu, ceritanya suami ku diundang reunian sama temen temennya  ex SMUN4 angkatan 2003. Karena momentnya pas di bulan puasa, jadinya acara reunian dijadiin acara buka buasa bersama sekalian deh. Waktu itu, aku ikut terdaftar sebagi undangan juga, namanya juga satu sekolah dulunya. Cuma beda angkatan aja, jadi sedikit banyak aku kenal ama semua yang hadir. Yang hadir dalam reuni kecil itu hanya sekitar 12 orang(emang ngundangnya pun cuma 20an orang -_-). Acara berlangsung lancar walaupun ditengah kami lagi makan tiba tiba mati lampu. Tapi, syukurnya mati lampunya Cuma sebentar. Heran juga sih kok bisa sebentar, padahal bisanya kalau PLN udah melakukan aksi pemadaman gitu minimalnya 1 jam loh. Ternyata eh ternyata di tengah rasa keheranan yang begitu dalam  #lebay, aku ngeliat ada genset yang nyala di ujung ruangan. Owalah..pantaslah cepat kali hidup lampunya.
Nah, waktu itu kita semua pada pesan makan. Ada yang pesan nasi uduk+ayam bakar, ada yang nasi uduk+bebek bakar, capcay, sambel udang, cah kakung, dll, trus minumnya juice lengkap dengan kroni kroninya.

(yummy ^__^ )
 Kita semua makan dengan lahapnya. Maklumlah buka puasa gitu loh. Sebagian yang cowok cowok malah ada yang pake acara nambah lagi. Acara makan berakhir jam  7 malam, berhubung pada mau tarawih begitu selesai makan trus ngobrol2 sebentar, kita langsung mau pulang. Pada saat mau bayar kita minta bon/bill nya dari pelayan. Maksudnya kalo udah tau bayar berapa kita mau patungan semua, dibagi rata. Bill nyampe ditangan kak Susi (bukan susi similikitinya mas tukul loh :P). Kak susi menerima bill, sesaat kemudian dia ngumumin deh berapa total biayanya.
K Susi : “Perhatian,,sodara-sodara sekalian. Semuanya kena 390ribu ya. Bagi dah berapa          orang ni.”
Semua manggut-manggut sambil pada ngeluarin dompet. Nah, aku sendiri yang agak kaget mendengar nominalnya. Perasaan kita makan ga sampe segitu banyak. Aku udah sering makan di rumah makan ini, dan setauku harga perporsi ga mahal mahal amat. Dalam hati aku ngerasa apa ga salah hitung ni pelayan. Daripada penasaran, aku pinjam bill yang dipegang kak susi. Kebetulan aku juga duduk tepat disampingnya.
Juwita caem (JC)       : “ Kak, coba pinjam bill nya dong”
Kak Susi (KS)             : “Napa Wit?” Katanya sambil menyerahkan bill.
JC                               : “Mau liat aja k, perasaan kok agak mahal ya?”
KS                               : “ Ah..masa?”
Kak susi ikut merapat disampingku sambil kami sama sama memperhatikan bill yang ditulis tangan itu. Kami melihat pesanan satu-persatu. Tiba tiba kak susi nunjuk salah satu menu yang ditulis di bill :
KS                   : “ Perasaan kita ga ada pesan terung goring deh,,”
Aku manggut manggut “ Iya kak..”
Kak susi kemudian ngomong sama temen2 yang lain tapi dengan nada sedikit pelan
“ Bro..kalian ada yang pesen terung goring tadi?”
Yang lain pada jawab “ nggak sus..”
Kami (aku dan kak susi) kembali memeriksa bill. Ternyata ada lagi yang sepertinya salah. Kak susi ngomong lagi deh
KS                   : “Ada yang pesan udang sambal? Ada yang pesan bebek goring selain yusuf?
Kita pesan ikan Nila bakar 2 atau 3 ni?
Yang lain pada bengong.
 “ Emang kenapa Sus? Ada yang salah?” Kak Lida yang dari tadi sibuk sengan juice jeruknya pun angkat bicara.
KS                   : “Sepertinya ini bill banyak salah ni Da. Disini ditulis gak sesuai yang
                        sebenarnya kita pesan.”
Semua kembali mengingat ingat apa saja yang dipesan. Setelah di periksa ulang, ternyata memang banyak kesalah di bill yang kami terima. Kak Susi yang notabene kerja di bank langsung ngeluarin jurus itung itungannya.  Dan hasilnya yang seharusnya kami bayar cuma 290 ribu. Tuhh…jauh amit kan selisihnya. Setelah itu, kak susi dan kak lida ke kasir untuk konfirmasi kesalahan penghitungan.
Terdengar celetukan kak Yusup “ Wahh..mereka cari khilaf nya kita tu..untuk uang masuk mereka. Ckckckc…mentang mentang kita rame disini ya..”.
Suamiku menyambung “Untung diperiksa ya suf, biasanya aku gak pernah loh periksa periksa lagi.”
Kak usup menjawab lagi sambil mengangguk setuju “Sama, aku juga kalau udah dikasih Bill nya ya liat angka totalnya, trus langsung bayar deh..wah,lain kali mesti hati hati juga..”
 Yang lain pun kemudian ikut serta berkomentar ria.
 Kusenggol lengan suamiku “Mungkin mereka salah meja kali kak” Kata ku pelan berusahaa berbaik sangka.
 “ Tapi tadi kan di billnya tertulis ni no.mejanya dek” Sahut suamiku.
AKu pun hanya diam.
Semua akhirnya bisa diselaikan tanpa ada adegan marah marah. Cuma kak susi komplainnya agak sedikit menggelegar suaranya :P.  Si pelayan pun minta maaf, mereka mengatakan kalau mereka tidak sengaja salah tulis seperti itu.
Well guys, sengaja atau tidak sebaiknya kita tetap memeriksa bill sebelum membayar. Yah..lebih baik mencegah daripada membayar lebih kan ?? hehehe..  
See Yaa..