Label

Minggu, 08 Januari 2012

R o k o k



Rokok.
Hm..Siapa yang nggak kenal dengan ‘sesuatu’ ini?. Rokok selalu identik dengan kaum Adam, namun saat ini sepertinya rokok sudah memperluas jaringannya hingga memasuki para hawa. Aku juga nggak tau apa sih enaknya merokok. Taunya ya kalau merokok itu lebih banyak mudharatnya. Selain nggak baik untuk kesehatan tubuh, rokok juga mengganggu kesehatan dompet loh..Hehe

Actually, Beberapa waktu yang lalu ceritanya pemerintah sudah akan menetapkan Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan rokok. Lebih tepatnya tentang Pengamanan produk Tembakau. Peraturan Pemerintah ini berisi tentang aturan larangan penayangan iklan rokok, sponsor acara, Kegiatan CSR,Larangan penjualan rokok secara eceran dan larangan penjualan pada orang dibawah 18 tahun serta wanita hamil.

RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) ini, dibuat berdasarkan UU No.36 Tahun 2009 Pasal 113 ayat (2) tentang kesehatan yang berbunyi :
 “ Zat adiktif sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cair, dan gas yang bersifat adiktif, yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat disekelilingnya. Produksi, pengedaran dan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif harus memenuhi standart dan atau persyaratan yang ditetapkan.”
Dengan kata lain UU tersebut menyatakan bahwa Tembakau dilarang untuk dikonsumsi dalam bentuk olahan apapun.


Mungkin bagi yang bukan perokok atau yang selama ini suka terganggu dengan asap rokok bakal tenang-tenang aja bahkan cenderung mendukung kebijakan pemerintah ini. Namun bagaimana dengan para petani tembakau?
Petani tembakau melalui Wakil ketua Lembaga Pengembangan Pengurus Wilayah Nahdathul ulama (LPPWNU) Kalimantan Timur, Bpk. Elvyani NH Gaffar, Dalam keterangan tertulis, mendesak pemerintah dan DPR untuk segera merevisi UU kesehatan dan membatalkan pengesahan RPP tentang Tembakau yang dinilai telah menindas sekaligus mengkhianati para petani tembakau.
Kenapa menindas? Bila RPP ini berlaku nantinya, petani tembakau akan takut untuk menanam tembakau, sehingga mereka akan kehilangan pekerjaannya.

Kenapa mengkhianati? Selama ini komoditas tembakau telah membantu pemerintah secara ekonomi, Kalkulasinya dalam setahun pemasukan Negara dari komoditas ini mencapai Rp.53 Triliun. Nah, mungkin maksud dari ‘mengkhianati’ dalam hal ini adalah bahwa selama ini pemasukan Negara sudah dibantu oleh komoditas ini, kenapa sekarang malah mempersulit dengan RPP . Belum lagi ada argument yang menyatakan bahwa kretek merupakan warisan tradisi budaya bangsa.
Ribuan petani tembakau tidak hanya menuntut untuk membatalkan rencana pengesahaan RPP Anti Tembakau,  mereka bahkan juga meminta presiden agar mengganti menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian yang menurut mereka tidak pro terhadap petani.
Terlepas benar atau tidaknya besar angka penerimaan Negara yang telah disebutkan tadi,Dari sisi lain kita bisa melihat bahwa bisnis rokok telah menjadikan beberapa orang Indonesia menjadi milyarder dunia.
Bpk. Budi Hartono yang dinobatkan oleh majalah Forbes sebagai peringkat pertama orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$14 miliar atau 125 triliun rupiah. Tahukah sobat siapa dia? Beliau adalah pemilik dari pabrik rokok Djarum.
Ada juga keluarga Wonowidjojo yang berada di peringkat kedua orang terkaya dengan kekayaan US$10.5 miliar atau 21.9 triliun rupiah, berkat PT.HM Sampoerna Tbk miliknya. (yang kemudian ia jual ke Philip Morris Internasional)

Sebenarnya ironi sekali mengingat kekayaan para miliader ini disumbang dari rokok yang dibeli oleh orang miskin di negeri ini. Pak Budi Hartono sebagai orang terkaya dengan penghasilan Rp.340 miliar per hari, sementara rakyat Indonesia rata-rata 85ribu per hari.

FYI (baca: For Your Information) Indonesia merupakan negara penghasil rokok terbesar di dunia menyusul China dan India. Penggunaan system cukai di Negara lain adalah untuk upaya pengendalian rokok sedangkan di Indonesia lebih banyak untuk pembangunan dan pemberdayaan industry rokok. Mungkin inilah penyebab mengapa konsumsi rokok di Indonesia makin meningkat bahkan di kalangan anak-anak.

Yang lebih mengejutkan lagi, berdasarkan data survey Sosial dan Ekonomi Nasional tahun 2009. Rumah tangga termiskin di Negara kita terperangkap konsumsi rokok.
6 dari 10 rumah tangga termiskin memiliki alokasi pengeluarannya untuk rokok dan  sebanyak 68% rumah tangga di Indonesia (secara keseluruhan) memiliki pengeluaran untuk membeli rokok. Bahkan, pengeluaran untuk rokok berada di peringkat ke dua setelah makanan pokok. Terlihat sekali bahwa mereka rela mengorbankan pengeluaran lain yang lebih penting demi rokok,Ckckck..*spechlesss*

Well, aku membuat postingan ini bukan untuk menggurui apalagi mempengaruhi sobat semua untuk mendukung atau bahkan menentang RPP ini. I just want to share aja.  Menurutku ini seperti makan buah simalakama, dibiarin seperti ini (RPP tidak disahkan) bahaya, tapi kalaupun dilanjutin juga gimana dengan nasib ribuan petani Tembakau? Nah, kalau menurut sobat semua gimana???          

9 komentar:

  1. wah .. di kampungku sana itu malah dijuluki kota kretek, krn banyak sekali pabrik rokok yang menghidupi banyak orang

    BalasHapus
  2. iya sih... apalagi mereka juga rata2 tuh buruh tani yang kerja untuk orang lain. :(

    BalasHapus
  3. kasihan mereka, kemarin saat saya mendaki g.merbabu didaerah sekita basecampnya adalah petani tembakau, mereka juga bercerita tentang hal demikian, dan katanya akan mengadakan demo tentang kebijakan ini, semoga mereka bisa terselamatkan

    BalasHapus
  4. iya nih kebijakan pemerintah kwi pie to..aneh aneh wae.

    hehehe yang punya blog kok ayu ya...

    BalasHapus
  5. Cukainya naikin aja...

    BalasHapus
  6. hmm buah si malakama
    *aku yaa pengennya disahkan saja, terus para petani diberikan lapangan pekerjaan yang lain :D

    **tapi dunia tidak se-sederhana itu XD

    BalasHapus
  7. aku gak suka merokok, klo tentang nasib petani tembakau ea..d alokasikan saja ke pekerjaan laen oleh pemerintah..itu jg klo pemerintah "niat", lagipula susah jg org2 indo sdh pecandu rokok semua dr petani ampe penjabat..RUU itu dibuat mencari uang intinya, kan pemerintah biar ada pemasukan dr uang denda a/ sanksi hehe..

    BalasHapus
  8. Rokok emang sesuatu bangetttt kalo saya sihh gak terlalu ketergantungan sama rokok alhamdulillah tapi terkadang ngerokok juga sekali dua kali tergantung cuaca hehe kalo agak hujan ya ngerokok wkkwkwkkk gak konsisten bangettt :)

    Salam kenaallllll kalo suka yang seger" visit back yaaaa.....................!!!!!

    BalasHapus