Label

Blink Blink (5) Tokoh (2)

Sabtu, 28 Januari 2012

Special Things





Segala sesuatu diciptakan unik dan spesial. Sebuah benda tak perduli bentuknya besar atau kecil, sebutir pasir ataupun seonggok batu karang, semua memiliki keunikan tersendiri. Walaupun batu karang bisa menahan hempasan ombak,bukan berarti ia lebih berharga dari pasir. Tanpa pasir yang menjadi campuran semen, bangunan yang kita tinggali saat ini tidak dapat berdiri dengan kokoh.  Dan, tahukah sahabat bahwa mutiara yang terdapat di dalam kerang mutiara itu sebenarnya besasar dari pasir?.
Pasir yang masuk kedalam cangkang kerang dan terperangkap di lapisan mantel yang menghasilkan nacre  yang kemudian akan membungkus pasir tersebut sehingga terbentuklah mutiara.
Pasir yang terhampar di tepian pantai, yang sangat jarang kita perhatikan ternyata bisa berubah menjadi mutiara.
Begitu pula dengan diri kita, bila mungkin saat ini kita begitu kecil,tak terlihat dan terabaikan, bukan berarti kita ‘tak berarti’. Kita hanya perlu belajar dan mencari tempat dimana kita bisa menjadi istimewa. Mungkin tidak instan. Mungkin perlu waktu yang lama bahkan sangat lama. Tapi percayalah bahwa waktu yang kita lewati adalah proses. Proses pembelajaran yang nantinya akan membuat kita semakin kuat namun indah dan istimewa seperti mutiara.



 Tulisan ini terinspirasi dari Satu senti kisah : Kancing Baju Seseorang:
Sebuah kancing. Benda pipih yang kecil ternyata bisa menyimpan kenangan yang bahkan bisa menciptakan seulas senyum ketika melihatnya. Benda yang tak memiliki daya rekat, namun bisa menyatukan erat hati dua sahabat. Benda kecil yang kadang terabaikan, walaupun tidak bisa berubah menjadi mutiara seperti pasir, namun bila sebuah kemeja kehilangannya walau hanya sebuah, kemeja itu tak akan sempurna.   
Tulisan ini aku ikutsertakan dalam
Giveaway kemilau cahaya emas yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain

Senin, 23 Januari 2012

Sama tapi Berbeda


Agustus 2009

Belasan siswa SMK Otomotif yang sedang menunggu angkot untuk pulang. Tiba-tiba sebuah truk datang membawa puluhan siswa SMK Voltek yang langsung menyerang. Tawuran pun tak terelakkan. Dua siswa luka parah dan satu siswa menjadi korban tewas saat itu. Peristiwa itu terjadi di Tangerang.


Dalam kurun waktu setahun ( 2010 ) tujuh nyawa melayang sia-sia akibat tawuran. Lima diantaranya pelajar, sementara dua lagi merupakan warga yang kebetulan melintas.
Miris mendengarnya, apalagi pada saat dilakukan razia pelajar di daerah Bogor, di dalam tas siswa ditemukan clurit, pelajar yang seharusnya membawa buku dan alat tulis malah membawa senjata tajam.

Sementara itu sepanjang 2011 tercatat ada 339 kasus tawuran yang mengakibatkan 82 pelajar meninggal dunia.  Innalillah.. 

*****

Awal 2009.
Sebuah mobil Toyota Crown dibedah oleh beberapa siswa, diambil Chassis nya untuk kemudian dibuat menjadi sebuah mobil Jip ukuran besar dengan model persis dengan Toyota Land Cruiser Turbo. Namun karena ketidak seimbangan antara bodi yang besar dengan kapasitas mesin yang hanya 1.500 cc, membuat Jip recycle tadi tidak dapat bergerak maju, hingga akhirnya mobil gagah itu menjadi produk gagal yang teronggok di bengkel.

2011
Kegagalan tidak membuat para siswa SMKN 1 Trucuk itu patah semangat, mereka malah berinovasi untuk merakit mobil sendiri. Tercetuslah design mobil Kiat Esemka jenis SUV berkapasitas mesin 1.500 cc. Komponen mobil ini, buatan home industry dimana 80% komponennya menggunakan komponen local antara lain : Mesin buatan SMKN 1 Jakarta,Blok mesin buatan industry cor logam Batur-Ceper Klaten,Body Cup,interior jok dan cat buatan Kiat Motor. Sedangkan 20 % Komponen import nya adalah garden,karburator,system injeksi, metal duduk, metal jalan dan system kelistrikan. Protoptipe mobil ini merupakan campuran dari berbagai jenis mobil seperti CRV, Ford Everest, KIA Prado, Mitsubhisi Pajero, dan Nissan X-Trail. Blasteran banget kan? Mobil yang dibandrol dengan harga Rp. 95 jutaan per unit ini ternyata banyak yang suka, bahkan dua unit sudah digunakan sebagai kendaran dinas walikota Solo bapak Joko Widodo.
Sebenarnya mobil yang sedang hangat diperbincangkan ini memiliki banyak pendahulu. Salah satunya adalah mobil Esemka Digdaya yang sempat dipamerkan di Jakarta tahun 2010. Ada juga mobil Esemka Rajawali, dan malah jauh sebelumnya, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Jawa tengah, sudah memproduksi hingga 50 unit mobil dengan berbagai tipe antar lain Ambulance sehingga sejumlah rumah sakit Muhammadiyah berlomba membelinya. Keren kan?

Sampai saat ini memang masih ada saja yang mengkritik mobil yang diberi nama ‘Kiat Esemka’ ini, salah satu nya ada yang mengatakan kalau komponennya meniru merk merk terkenal.  Sebenarnya Pola kerja ini mencontoh dengan apa yang dilakukan Negara China ataupun Korea pada saat mulai merintis industri. Whatever menurut aku siswa-siswa ini luar biasa. Saluutt.. Kalau dulu ada celetukan atau pandangan yang meremehkan murid SMK, ini saatnya membuktikan kalau SMK gak kalah dari SMA Negri sekalipun.    

Januari 2012 ini, SMK Banjar Jawa Barat baru merakit laptop yang diberi nama FunTop, dan telah berhasil masuk ke pasaran di banjar dengan pesanan 40 unit. FunTop yang dipasarkan dengan harga 2,7 juta rupiah ini, memiliki layar 13 inchi,internal memory 2 Gigabyte, dan 320 Gigabyte hard disk.

Masih di Januari 2012 SMKN 29 Jakarta juga telah berhasil membuat sebagian komponen pesawat dan bahkan membuat pesawat walaupun sebagian besar komponen lain masih harus diimport. Pesawat non komersial ini bernama Jabiru. Jabiru tidak seperti pesawat lain yang berbahan bakar avtur, namun pesawat ini menggunakan pertamax 95. Dengan 140 liter pertamax 95, pesawat ini berkemampuan terbang selama 8 jam nonstop. Jabiru yang dibandrol dengan harga 1,3 M ini juga telah diuji terbang oleh para instruktur siswa sampai ke Riau dan Kuala lumpur.  Ckckck..Generasi muda Indonesi yang luar biasa..Saluutt..
 
Well,
Kenapa judul postingan ini “Sama tapi Berbeda”?

Kontras.
Sama-sama murid Sekolah Menengah. Usianya pun pasti sama. Sekolah di Negara yang sama. Pada tahun yang sama.
Tapi apa yang terjadi? Satu sisi Pelajar terlihat begitu anarkis dan negative dengan tawuran. Tapi, disisi yang lain Pelajar menyibukkan diri dengan prestasi, berkompetisi dan berinovasi.


What do you think?

Semoga yang negative makin terkikis dan habis oleh prestasi yang kini sedang dirintis.

See Ya..

Rabu, 18 Januari 2012

Imlek 2563





Setiap tahun aku selalu ikut merayakan tahun baru Imlek. Hal ini karena darah Tionghoa yang dibawa ayahku. Makanya, jangan heran kalo liat mata cipit dan hidung ku yang kecil (baca:pesek)
 

Berhubung karena aku muslim (Alm.Ayahku muallaf) kami sekeluarga merayakannya di rumah keluarga ayah yang memang masih menganut agama Buddha. Keluarga ku emang lumayan unik, kalau ayahku menikah dengan ibuku yang suku Jawa, Adik ayahku menikah dengan wanita berdarah Batak, jadinya satu keluarga berasal dari berbagai Etnis. Bhineka tunggal Ika banget deh #halahlebay.


Walaupun begitu Alhamdulillah hubungan Silaturahmi kami sekeluarga sama sekali tidak terganggu dengan segala perbedaan itu. Kami saling menghargai, ketika Lebaran tiba mereka pasti berkunjung kerumah untuk mengucapkan selamat. Mereka juga menghargai ketika kami berpuasa, dan kalau mengenai makanan kami tidak perlu khawatir karena keluarga ayah vegetarian semua.

Kembali ke topic awal, Aku ingin men’share’kan sedikit yang aku ketahui tentang Tahun Baru Imlek. So Cekidot!


 
Sejarah

Perayaan Imlek menurut sejarah secara umum dimulai pada zaman dinasti Han (± 206 SM – 220 M). Kaisar pertama dinsati ini bernama Han Wu Di. Beliau merupakan penganut konfusianisme sejati karena dalam menjalankan pemerintahannya ia juga memakai konsep konfusianisme. Penanggalan Imlek sendiri dihitung berdasarkan perhitungan bulan dan tahun kelahiran Konfusius / Konghucu, yang jatuh pada tahun 551 SM. Kata ‘Imlek’ bila diartikan yaitu Im= Bulan, Lek= Penanggalan (dialek Fujian), artinya : penanggalan yang dihitung berdasarkan peredaran bulan. Berbeda dengan penanggalan Masehi yang dihitung berdasarkan peredaran Matahari.

Makna

Selama berabad abad Imlek dirayakan, mungkin bagi sebagian orang belum tahu kalau sebenarnya perayaan ini bukanlah perayaan keagamaan. Awalnya Imlek merupakan perayaan bagi para petani untuk menyambut musim semi, namun seiring berjalan waktu Imlek juga dirayakan oleh masyarakat yang bukan berasal dari golongan petani saja. Makna spiritual dari Imlek diantaranya :
1. Silaturahmi, saling berkunjung kerumah orang tua maupun saudara.
2. Kesadaran untuk berbagi, baik itu berbagi kebaikan maupun rezeki.
3. Kesederhanaan yang terlihat dari tidak adanya aturan yang baku dalam merayakan
Imlek. Imlek bisa dirayakan oleh setiap pribadi, keluarga, ataupun kelompok masyarakat dengan latar belakang yang berbeda, dan dengan kemampuan masing-masing.



Tahun Baru Imlek di Indonesia

Selama tahun 1968 – 1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Hal itu berkenaan dengan Instruksi Presiden No.14 Tahun 1967 pada masa rezim Orde Baru dibawah pimpinan Presiden (Alm.) Soeharto yang melarang segala hal yang berbau TiongHoa, diantaranya Imlek.
Kebebasan merayakan Imlek kembali didapatkan oleh masyarakat TiongHoa pada tahun 2000 ketika Presiden (Alm.) KH.Abdurrahman Wahid mencabut Inpres No.14/1967. Beliau juga menindaklanjuti dengan mengeluarkan Keputusan Presiden No.19/2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (berlaku hanya bagi yang merayakannya). Kemudian pada tahun 2002, Imlek dinyatakan resmi sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarno Putri.

Tradisi

Ada beberapa tradisi yang dilakukan etnis TiongHoa dalam merayakan Imlek yaitu :
·      Menyediakan hidangan istimewa. Makanan khasnya adalah kue keranjang yang nantinya dikirimkan kepada keluarga atau saudara.
·      Berpakaian yang bagus dan rapi.
·      Anak-anak (yang lebih muda) memberi hormat kepada orang tua dengan cara pai-pai (mengepalkan kegua tangan sambil digoyang-goyang ke depan dan kebelakang).
·      Memberi Angpao. Angpao adalah amplop berwarna merah berisi uang yang nantinya akan diberikan oleh dari orang tua (yang sudah menikah) kepada yang lebih muda.
·       Membakar petasan atau kembang api. Hal ini merupakan symbol dari kegembiraan atas rezeki yang ‘meledak’. Selain itu, ada juga tradisi memanggil barongsai dan lampion sebagai makna keberuntungan.
·       Tradisi saling mengunjungi. Tradisi ini berlangsung selama 15 hari. Hari akhir yang merupakan hari ke 15 ini juga akan diadakan perayaan Cap Go Meh (Pada saat bulan purnama, perayaan ini khas dengan kue bulannya)

Nah, itulah sedikit informasi mengenai perayaan Tahun baru Imlek. Semoga menambah wawasan para sobat semua.. See Yaa..
Happy Chinnes New Year 2563 !!! Gong Xi Fa Cai, Xin  Nian Kuai Le. #ngidupinpetasan :D